Digital Theory : theorizing New Media
Di era globalisasi ini, tidak dapat dipungkiri lagi,
sedikit orang atau mungkin malah lebih banyak tepatnya, menggunakan teknologi
digital dalam beberapa hal. Apa sebabnya? Pada kesempatan kali ini, saya akan “sedikit
mencoba” menjelaskan tentang teknologi digital.
Sebenarnya apa sih Digital itu?
Dari Wikipedia Indonesia, didapat
Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari
jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh
(10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena
itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri
dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem
komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga
dengan istilah Bit (Binary Digit). Dalam Wikipedia juga disebutkan,
adanya keterkaitan digital dengan konsep Yin dan Yang. Jika system digital
menunjuk pada angka 1, maka akan menyala seperti bagian khatulistiwa yang
terkena sinar matahari pada waktu siang hari. Dan jika system digital menunjuk
angka 0, maka akan mati yang diibaratkan seperti bagian khatulistiwa yang gelap
seperti pada malam hari. Kemudian, dikaitkan juga dengan sifat baik dan buruk manusia.
Sedangkan menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
(KBBI), Digital adalah yang berhubungan dengan angka-angka untuk sistem
perhitungan tertentu; berhubungan dengan penomoran.
Sistem Digital
Kalau beberapa tahun yang lalu,
teknologi digital masih menggunakan komponen tabung hampa, komponen diskrit
seperti dioda dan transistor, maka saat ini seiring berjalannya waktu,
teknologi pun ikut berkembang pesat. Dalam sistem dan peralatan digital untuk
penyajian data atau informasi, digunakan susunan angka yang dinyatakan dalam
bentuk digital atau yang lebih dikenal dengan sebutan rangkaian logika. Dalam
rangkaian digital, dikenal beberapa gerbang logika, yaitu gerbang NOT, gerbang
AND, gerbang OR, gerbang NAND, gerbang NOR, gerbang XOR dan gerbang XNOR.
Perbedaan Sistem Digital dan Sistem
Analog
Sistem analog/digital memproses sinyal-sinyal
bervariasi dengan waktu yang memiliki nilai-nilai kontinyu/diskrit.
Beberapa keuntungan sistem digital dibandingkan dengan
sistem analog adalah :
· Kemampuan
mereproduksi sinyal yang lebih baik dan akurat
· Mempunyai
reliabilitas yang lebih baik (noise lebih rendah akibat
· imunitas yang
lebih baik)
· Mudah di
disain, tidak memerlukan kemampuan matematika khusus untuk
· memvisualisasikan
sifat-sifat rangkaian digital yang sederhana
· Fleksibilitas
dan fungsionalitas yang lebih baik
· Kemampuan
pemrograman yang lebih mudah
· Lebih cepat (debug
IC complete complex digital dapat memproduksi
· sebuah keluaran
lebih kecil dari 2 nano detik)
· Ekonomis jika
dilihat dari segi biaya IC yang akan menjadi rendah
· akibat
pengulangan dan produksi massal dari integrasi jutaan elemen logika digital
pada sebuah chip miniatur tunggal.
Sistem digital menggunakan kombinasi-kombinasi biner
BENAR & SALAH untuk
menyerupai cara ketika menyelesaikan masalah sehingga
disebut juga logika-logika kombinasional. Dengan sistem digital dapat digunakan
langkah-langkah berpikir logis atau keputusan-keputusan masa lalu (memori)
untuk menyelesaikan masalah sehingga biasa disebut logika-logika sekuensial
(terurut). Logika digital dapat direpresentasikan dengan beberapa cara yaitu :
· Tabel kebenaran
(truth table) menyediakan suatu daftar setiap kombinasi yang mungkin
dari masukan-masukan biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran-keluaran
yang terkait.
· Ekspresi-ekspresi
Boolean mengekspresikan logika pada sebuah format fungsional.
· Diagram gerbang
logika (logic gate diagrams)
· Diagrams
penempatan bagian (parts placement diagrams)
Sistem digital merupakan bentuk sampling
dari sistem analog. Digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau
Hexa). Besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit
(bandwidth). Jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Digital lebih kepada 0 dan 1 (angka
biner), logika biner dan diskrit. Sedangkan analog, lebih kepada continuous.
Dalam menghitung sinyal digital
lebih mudah karena menggunakan system diskrit, sedang analog menggunakan
diferensial integral.
Contoh komponen yang bekerja dengan
prinsip analog adalah Transistor, Tabung TV, IC-IC TTL, IC Catu daya.
Sedangkan, contoh komponen yang
bekerja dengan prinsip digital adalah IC logika, microcontroller, FPGA
Analog dan digital berbeda dalam hal
pengambilan nilai / data.
Mengapa analog lebih sulit dibanding
digital?
1. Digital hanya mempertimabangkan speed, power dissipation. Sedangkan analog harus memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage dsb
1. Digital hanya mempertimabangkan speed, power dissipation. Sedangkan analog harus memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage dsb
2. Analog lebih sensitif terhadap
derau/noise, crosstalk dan interferensi (kecepatan & presisi)
3. Analog jarang yang bisa
diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa di Lay out dan
sintesis secara otomatis.
4. Modelling & Simulation untuk
analog memerlukan pengalaman karena banyak efek dan perilaku yang
"aneh"
5. Teknologi sekarang banyak
digunakan dan dirancang untuk memproduksi produk digital, karena itu sulit jika
memproduksi sesuatu yang berhubungan dengan analog.
Tetapi, tak selamanya analog lebih
“banyak kurangnya” dibanding digital. Seperti misalnya pada jam tangan, saya
lebih menyukai jam tangan yang bertipe analog ketimbang digital. Jam tangan
analog dapat di desain lebih exclusive dan tentunya akan mencetak “harga mahal”
ketika di produksi. Jadi, belum tentu juga yang berhubungan dengan analog akan
memberi kesan “buruk” atau “ketinggalan jaman”.
Aplikasi Teknologi Digital
Sebagian atau mungkin kebanyakan
orang berpendapat, dengan teknologi digital membuat hidup manusia menjadi lebih
mudah, nyaman dan bermakna. Apakah benar adanya? Lalu bagaimana, jika seseorang
yang tinggal di pedalaman atau daerah terpencil misalnya, yang mungkin masih
berpegang teguh pada kebudayaannya, sehingga masih kurang memahami atau bahkan
belum “terkena” efek dari teknogi digitak? Tentunya bagi seseorang yang belum
mengenal teknologi digital, akan sulit baginya menggunakan atau
mengimpelementasikan teknologi digital dalam kehidupannya. Malah mungkin lebih
memilih system analog ketimbang teknologi digital. Jadi, dalam memasarkan atau
mendistribusikan teknologi digital, harus dilihat “pasar”-nya dulu seperti apa.
Apakah cocok atau tidak.
GPS
GPS
pada mobil dapat dimanfaatkan sebagai penunjuk jalan. Ketika seseorang tidak
atau kurang mengerti jalan untuk menuju suatu tempat, dengan teknologi touch
screen, GPS mampu menunjuk jalan yang dituju. Seperti ketika pengendara ingin
berbelok arah, sinyal GPS menunjuk beberapa jarak sebelum waktunya berbelok,
sehingga pengemudi tidak “kebablasan”.
Radio
Salah
satu contoh inovasi digital adalah radio atau dapat dikatakan dengan pesawat
penerima radio. Dalam mencari gelombang siaran radio, kita cukup menekan tombol
pencari gelombang atau frekuensi, maka secara otomatis akan tertangkap oleh
sinyal dan menghasilkan suara yang jernih. Dibandingkan dengan radio analog
yang harus memutar running, yang kadang kala kurang akurat dalam menangkap
sinyal, sehingga menimbulkan suara yang kurang atau bahkan tidak jelas.
Kamera
Beberapa
tahun lalu, kita masih menyimpan “Klise” (begitu namanya) hasil dari jepretan
kamera. Kemudian, klise tersebut kita bawa ke tempat pencetakan foto dan
menunggu beberapa waktu untuk dapat melihat hasil gambarnya. Apakah hasil
gambar yang di dapat baik atau buruk akan diketahui jika foto tersebut selesai
dicetak. Namun, saat ini (beberapa tahun lalu juga tepatnya) telah
diperkenalkan kamera dengan teknologi digital. Ketika seseorang men-shoot
gambar, seseorang dapat langsung melihat hasil dari shoot-nya melalui kamera
tersebut. Apakah bagus atau tidak. Pengguna kamera digital, dapat langsung
menyeleksi gambar yang layak di cetak, disimpan atau mungkin dihapus. Media
untuk menyimpan hasil shoot, tidak lagi menggunakan klise seperti kamera
analog. Kamera digital menggunakan sebuah Memory Card (kartu memori) yang
berukuran kecil, namun memiliki kapasitas yang besar. Selain, men-shoot gambar,
kamera digital juga dapat merekam video. Banyak fitur yang dimiliki kamera
digital untuk menghasilkan gambar yang lebih bagus, misalnya proses pengeditan
foto. File-file yang terdapat pada kamera digital dapat langsung di transfer ke
Komputer atau dapat juga langsung ke printer. Tetapi, memotret dengan kamera
analog, tak selamanya juga menjadi “tertinggal”. Sebagian para fotografer lebih
memilih menggunakan kamera analog, karena dinilai lebih mengasyikan, menguji
kreativitas dan lebih bereksperimen tentunya.
Jadi
ini semua adalah pilihan. Apakah lebih memilih Teknologi Digital atau Teknologi
Analog, semua kembali kepada manfaat, fungsi dan selera masing-masing pengguna.
Yang terpenting adalah tidak men-judge “lebih baik ini ketimbang itu” misalnya,
semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Sumber
:
http://id.wikipedia.org/wiki/Digital
http://naila-story.blogspot.co.id/2010/09/digital-theory-theorizing-new-media.html




Komentar
Posting Komentar